cinta di ujung sesal (cerpen cinta) :
Di malam yang dingin..terlihat chieka duduk terdiam di sudut taman.matanya merah, di matanya mengalir air mata duka.ya,dia memang sedang berduka.dia baru saja datang dari acara 40 hari meninggalnya Roni,cowok yang sudah di sakitinya.yang meninggal akibat kecelakaan yang di alami, Tepatnya setelah ia melihat chieka berjalan bersama cowok lain.Roni kecewa,ia marah,bersama luapan emosi ia mengendarai motornya begitu cepat dan tak bisa menghindari truk yang tiba-tiba melintas di hadapannya. Roni jatuh terpelanting ke dalam jurang yang membuatnya pergi tuk selamanya,tanpa tau kejelasan hubungannya dengan chieka.
Chieka benar-benar terpukul.Dia nerasa sangat bersalah atas kematian Roni.sebenarnya cowok yang bersamanya malam itu adalah sepupunya sendiri yang sengaja ia gandeng di depan Roni karena rasa kesalnya pada Roni atas penghianatan yang sebenarnya tak pernah Roni lakukan.
“chieka ya??”sesosok lelaki seketika memecah kesunyian dan duduk di samping chieka.
“chiek,, udah , hapus air lo,”sesosok itu menyodorkan sebuah sapu tangan PINK yang di ambil dalam kantong bajunya.
chieka tetap diam meskipun dia merasa sedikit aneh dengan sosok misterius itu.
“kamu siapa?”Tanya chieka dengan isakan tangis yang masih menjadi tanpa sedikitpun menoleh kearah sesosok tadi.
“aku doni”jawabnya dengan penuh rasa takut.ia takut dengan apa yang akan tejadi jika chieka menoleh ke arahnya.
Sejenak suasana menjadi sunyi. Chieka pun mulai berhenti menangis.
“gue seneng lo udah gak nangis lagi,apalgi berhentinya tangisan lo berhenti pula sedih lo.”
chieka merasa sedikit aneh mendengarnya,tapi dia tetap tak mau menoleh kearah doni dan diapun pergi meninggalkan Doni begitu saja.
Tiba-tiba chieka teringat akan sapu tangan yang ada di tangannya.
“nih sapu tanganmu”chieka menoleh ke arah Doni, seketika sapu tangan di genggamannya jatuh,jantungnya berguncang,, rasa bersalah itu makin kuat muncul ke permukaan menjelma menjadi butiran yang terus mengalir membasahi pipinya saat dia tau lelaki di depannya berwajah sama seperti Roni.Chieka diam tak berkata,dia pergi dan berlari,dia pun menangis.
“maafin aku.. maafin aku Roni”hanya itu yang terus chieka ucapkan dan terus berlari pulang.usaha doni mengejarnya sia-sia.doni semakin merasa bersalah,sama seperti chieka dia didera rasa sesal karena tak menjelaskan dari awal bahwa yang di lihat chieka siang itu bukanlah Roni bersama selingkuhannya melainkan Doni bersama dengan mantan pacarnya.
**
pagi-pagi sekali si centil lina sudah berada di rumah chieka, lina adalah sahabat dekat chieka yang cerewet dan centil.
“chieka...chieka..”
“chiek…..bangun… cepet bangun….!!!!! Surprise!!! Happy birth day chieka,met ultah ya.. moga lo panjang umur tambah manis n lucu. Hmmm apalagi ya??? Oh iya, moga lo cepet dapet cowok lagi he2” cetus chieka dengan cerewetnya,, tanpa ia sadari do’a tekhirnya itu membuat mata chieka berkaca-kaca teringat akan kejadian yang di alaminya semalam.
“kok lo nangis chiek?seharusnya lo seneng dong!!”
“gue inget roni lin” jawab chieka degan air mata yang mulai menetes
“gue tau perasaan lo chiek,tapi jangan terus-terusan nyiksa diri lo gini”
“gue gak nyiksa diri tapi bayangan itu yang selalu datang, bahkan tadi malam gue….”chieka tak melanjutkan bicaranya saat dia teringat sosok doni tadi malam.
“tadi malam kenapa?” Tanya lina penasaran
“roni….. tadi malam gue liat dia”
“roni lagi, roni lagi… dia udah gak ada,itu halusinasi lo aja” kilah lina tak percaya
“tapi gue ben..”belum sempat chieka bicara lina menghentikannya
“ssst…. Udah gue ngerti lo sayang ma dia. Ya udah gue pulang dulu ya”
***
sepulang sekolah
“lin, pulang duluan ya”sapa chieka sembari meninggalkan lina begitu saja
“loh kok gitu? Tega lo sama gue, emang lo mau kemana??”Tanya lina sebel
“biasa ague mau ke pantai, knapa?lo mau ikut?”
“iya-iya, gue kan gak pernah lo ajak” jawab lina dengan semangat 45 nya
“ye enak aja, mending gue sendiri daaa lina cantik”
“uh dasar ! chieka nyebelin”
***
di pantai
keadaan pantai tak berubah masih sama seperti saat dia pertama kali ke tempat itu, membuatnya enggan beranjak di atas bongkahan batu yang di dudukinya.
Tiba-tiba “chieka,gue mau ngomong” seorang lelaki memegang bahunya
“roni??” Tanya chieka kaget
“gue bukan roni , tapi gue doni saudara kembar roni”
chieka tersentak kaget tak percaya
“kembar???”Tanya chieka
“gak , roni gak pernah cerita sama gue” chieka tetap tak percaya
“dari dulu kita terpisah karena keadaan keluarga kita yang broken, kita pun tak pernah ada komunikasi. Mungkin itu yang membuat dia tak pernah cerita” jelas doni
“terus lo mau apa don??”
“gue Cuma mau bilang, roni sayang ma lo”
“sayang? Ngerti apa lo tentang roni? Dia penghianat!”
“gak chiek, dia bukan penghianat, gue tau lo begini karena salah paham” doni terus berusaha membuat chieka percaya
“salah paham apa don? Gue liat dengan mata gue sendiri saat dia memeluk cewek di depan gue, apa itu bukan penghianat namanya?”
“bukan chiek, bukan penghianat, karena lo salah. Gue datang ke sini buat ngejelasin itu semua. Maafin gue, waktu itu gue bener-bener bingung,gue lupa kalo gue punya saudara kembar, yang lo lihat waktu itu bukan roni tapi gue ma mantan pacar gue” jelas doni dengan mata mulai berkaca-kaca
“apa?? Jadi gue salah?? Kenapa waktu itu lo diem aja?? Sadar gak sih , gara-gara lo gitu dah bikin gue ngelakuin kesalahan yang membuat orang yang gue sayang pergi. Lo jahat!! “
“gue kan udah bilang, gue lupa. Dan itu semua bukan salah siapa-siapa, itu takdir”jawab doni mencoba membuat chieka yang tertutup oleh emosi sedkit mengerti.
Semenjak kejadian itu mereka berdua sering bertemu.doni yang masih merasa bersalah tak pernah bosan mengemis maaf dari seorang chieka yang tak pernah bias memberi maaf dan menerima kenyataan yang ada.setiap hari mereka bertengkar, padahal seiring berjalannya waktu jauh di hati mereka mulai tercipta kasih atas semua yang terjadi akan tetapi mereka terlalu egois tuk mengakuinya.
***
2 bulan berlalu
saat mentari pagi menyinari indahnya pagi yang nampak cerah ceria dengan kicauan burung, terlihat chieka sedang berdiri di samping jendela kamarnya menengadah ke atas langit dengan pipi yang berurai air mata dan tangan menggenggam sepucuk surat berwarna PINK
“gue bosen dengan keadaan ini, apalagi dengan keangkuhan lo.mungkin saat lo baca surat ini, gue udah ada di luar kota untuk ngelupain lo” itulah sepenggal dari isi surat yang ada di genggaman chieka, surat itu adalah ucapan terakhir doni sebelum meninggalkan kota penuh sejarah itu.
Chieka terus menangis, untuk ke dua kalinya dia kembali kehilangan orang yang di sayanginya.saat itupun dia memutuskan tuk pergi dan tinggal di rumah tantenya di Surabaya tuk melupakan semua kejadian itu.
***
3 tahun kemudian
saat chieka telah kembali ke Jember.
Di papuma,sepeti kebiasaannya dulu, memotret pemandangan di sekitar pantai.
Hari ini adalah ulang tahun chieka, tapi sepertinya dia bener-bener lupa. Tiba-tiba ada seorang badut lucu menghampirinya dan menyanyikan lagu ulang tahun untuk chieka.
Chieka terkejut,terlebih saat badut itu membuka tutup kepalanya.
“doni?” Tanya chieka ragu
“ya ni gue, ternyata lo masih inget “
seketika itu chieka langsung memeluk tubuh doni erat-erat
“maafin gue don atas sikap gue dulu, gue emosi,gue marah ma diri gue sendiri karena gue udah ngelakuin kesalahan. Saat lo ninggalin gue, gue baru sadar gue sayang lo” ungkap chieka dengan tangan masih memeluk tubuh doni
***
di makam roni
“roni maafin gue atas semuanya, lo di sana pasti udah bahagia.lihat gue ma siapa?saudara kembar lo yang sekarang jagain gue seperti gue dulu.jangan marah,karena lo tetep yang terbaik dan gak akan pernah tergantikan di hati gue”
ungkap chieka dengan deraian air mata.
“iya ron, chieka sayang lo. Dan gue pasti jagain dia buat lo.”tambah roni
akhirnya masa lalu yang kelam itu membuat mereka menyadari bahwa mengakui isi hati itu tak pernah salah. Akhirnya merekapun memutuskan tuk menikah. Pertukaran cincin penuh bahagia itu di lakukan di depan makam roni dengan janji abadi selamanya di saksikan oleh roni yang telah tersenyum di surga.
itu lah
cerpen cinta yang berjudul
cinta di ujung sesal (cerpen cinta) ,, makasi udah smpet berkunjung