POD :
Menilai Kebutuhan dan Minat Orang Dewasa dalam Proses Pembelajaran
A. Defenisi kebutuhan belajar
orang dewasa
Berbicara tentang pendidikan orang
dewasa lebih luas dari pada sekedar mengajarkan tentang buta huruf untuk
pandai membaca dan menulis. Batasan yang direkomendasikan oleh UNESCO dapat
ditejemahkan sebagai berikut : ”istilah pendidikan orang dewasa berarti
keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, apapun isi, tingkatan dan
meteodanya, baik formal maupun tidak, yang melanjutkan maupun menggantikan
pendidikan semula di sekolah, kolese dan universitas serta latihan kerja., yang
membuat orang yang dianggap dewasa oleh masyarakat mengembangkan kemampuannya,
memperkaya pengetahuanya, meningkatkan kualifikasi teknis atau profesionalnya,
dan mengakibatkan perubahan pada sikap dan prilakunya dalam perspektif rangka
perkembangan pribadi secara utuh dan partisipasi dalam perkembangan sosial,
ekonomi dan budaya yang seimbang dan bebas.”
B. Hakikat Kebutuhan
Banyak orang yang
menyamakan mengenai pengertian antara kebutuhan (needs) dan keinginan (want).
Demikian pula mengenai perbedaan antara keduanya. Tetapi tulisan ini tidak akan
membahasnya, mengenai kedua pengertian diatas, tetapi yang utama adalah akan
memberikan perumusan operasional yang akan bermanfaat dalam perencanaan program
belajar. Pengertian kebutuhan dalam pengembangan program pendidikan dapat
dibedakan atas kebutuhan dasar dan kebutuhan pendidikan.
a. Kebutuhan Dasar
Walaupun para ahli
psikologi setuju bahwa ada sesuatu kebutuhan yang bersifat biologis dan
psikologis bagi setiap orang, tetapi mereka belum bersetuju, apakah kebutuhan
itu. Salah satu rumusan dikemukakan oleh Abraham Maslow dengan “kebutuhan yang
bersifat khirarhis” yang dapat digambarkan seperti yang
dibawah ini.
Khirarkhis Kebutuhan dari Maslow
Disamping Maslow,
Gardner Murphy menggambarkan kebutuhan itu diatas, empat kategori, yang terdiri
dari :
a. Kebutuhan
dasar yang berkaitan bagian -bagian penting tubuh misalnya kebutuhan untuk
makan, minum, udara dan sejenisnya.
b. Kebutuhan
akan kegiatan, meliputi kebutuhan “untuk tetap bergerak”
c. Kebutuhan
sensori meliputi kebutuhan untuk warna, suara ritme, kebutuhan yang
berorientasi terhadap lingkungan dan sejenisnya.
d. Kebutuhan
untuk menolak sesuatu yang tidak mengenakkan, seperti rasa sakit, ancaman dan
sejenisnya.
Selanjutnya Knowles
membagi kebutuhan dasar manusia atas beberapa
macam, diantaranya :
a. Kebutuhan
fisik. Kebutuhan ini yang paling mudah dilihat. Dalam hubungan dengan pendidikan,
maka kebutuhan itu meliput i kebutuhan untuk melihat, mendengar, beristirahat.
Jika tulisan terlalu kecil, suara terlalu pelan, jika kursi terlalu keras orang
cenderung tidak merasa senang, sehingga tidak dapat mengkonsentrasikan dirinya
kepada belajar. Kebutuhan fisik merupakan sumber motivasi pada sebagian tindakan
manusia.
b. Kebutuhan
berkembang. Menurut para ahli psikologi dan psikiatri kebutuhan untuk
berkembang merupakan kebutuhan yang paling dasar dan universal. Orang dewasa
yang merasa tidak mempunyai masa depan untuk berkembang, kehidupan akan tidak
berguna. Kebutuhan untuk berkembang ini adalah merupakan dorongan yang kuat
untuk belajar, karena pada dasarnya, pendidikan adalah perkembangan dalam
pengetahuan, pemahaman, keterampilan , sikap dan minat. Belajar sesuatu yang
baru akan memberikan rasa berkembang bagi seseorang.
c. Kebutuhan
rasa aman. Kebutuhan rasa aman termasuk kebutuhan rasa aman baik fisik maupun
psikologis. Oleh karena adanya kebutuhan ini, maka kita merasa aman dalam
pekerjaan yang ditata secara teratur dan sistematik. Dengan kebutuhan ini, kita
ingin mengetahui dimana dapat memperoleh sesuatu, apa yang akan terjadi pada
masa yang akan dating. Demikian pula biasanya kita akan menolak cara baru
walaupun cara lama lebih baik, karena kita ingin lebih aman dengan cara yang
sudah pernah kita lakukan. Apabila rasa aman itu terganggu, maka akan ada kecenderungan
kita untuk menarik diri berbpartisipasi atau kita mencari jalan lain yang
berlawanan yaitu dengan cara mencari per lindungan dalam bentuk diawasi atau didominasi
oleh orang lain.
d. Kebutuhan
untuk memperoleh pengalaman baru. Berlawanan dengan kebutuhan rasa aman, maka
manusia sering melakukan cara berlawanan, yaitu dengan mencari petualangan atau
melakukan sesuatu yan g mengandung resiko. Manusia cenderung merasa bosan
dengan terlalu banyak yang rutin atau terlalu banyak rasa aman. Apabila betuhan
untuk memperoleh pengalaman baru dihalangi, maka dapat mengakibatkan perbuatan
yang acuh, impulsive dan tersinggung. Adanya kebutuhan untuk mencari pengalaman
baru ini, maka orang didorong untuk mencari kawan baru, minat baru, cara-cara
baru, dan gagasan baru.
e. Kebutuhan
afeksi. Setiap orang ingin disenangi walaupun untuk menuju kesitu kadang-kadang
menunjukan keinginan yang berlawanan. Apabila orang merasa tidak disukai, atau
kebutuhan afeksinya dihalangi, maka mereka akan merespon dalam dua bentuk
perilaku yang ekstrim. Pertama, mereka menarik diri atau bersifat agresif. Kedua,
mereka akan memilih jalan tengah yaitu dengan p erilaku yang berpura-pura.
f. Kebutuhan
untuk memperoleh pengakuan. Setiap manusia mempunyai kebutuhan untuk dipuji dan
dihormati oleh orang lain. Keinginan ini mendorong orang untuk memperoleh
kedudukan dalam kelompok sosialnya, lembaganya dan masyarakatnya. Dengan klata
lain mendorong orang untuk mencari status dan perhatian orang lain. Kebutuhan
untuk memperoleh pengakuan ini apabila dihalangi, maka orang itu merasa tidak
punya harga sehingga ia menarik diri atau ia berusaha untuk memperoleh
perhatian.
b. Kebutuhan Pendidikan
Kebutuhan pendidikan,
dilain pihak adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh orang itu demi kebaikan
bagi dirinya, bagi lembaganya, maupun bagi kebaikan masyarakatnya. Kebutuhan
pendidikan itu adalah merupakan kesenjangan antara penampilan kemampuannya paad
saat ini dengan penampilan kemampuan yang diinginkan sebagai diinginkan oleh
dirinya, lembaganya ataupun oleh masyarakatnya.
C. Hakikat Minat
Minat sebagaiman
dirumuskan dalam “encyklopedia of Psychology” adalah “factor yang ada pada diri
seseorang yang menyebabkan ia tertarik atau menolak terhadap objek orang dan
kegiatan dalam lingkungannya”. Tetapi dalam hubungannya dengan apa yang telah
dibicaran terdahulu, “minat pendidikan” dapat dirumuskan lebih khusus yaitu
pilihan diantara bebrapa kemungkinan kegiatan yang dipandang akan memuaskan
kebutuhan pendidikannya.Jika kebutuhan dapat diekspresikan dengan perilaku
“want” atau “desire” , maka minat dapat diekspresikan dengan “liking” atau
“preference”.
a.
Minat Umum
Hakikat minat adalah
sangat bersifat pribadi, dan oleh karenanya minat sangat berbeda antara orang
yang satu dengan orang yang lainnya, bahkan minat dalam diri seseorang berbeda
dari waktu ke waktu. Tetapi beberapa upaya telah dikembangkan untuk
mengkategorisasikan minat yang akan bermanfaat untuk tuntunan dalam menemukan
minat khusus seseorang.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi Minat
Beberapa generalisasi
tentang pengaruh tingkat sosial ekonomi terhadap minat berdasrkan hasil studi Johnstone
adalah:
a. Makin
rendah tingkat status sosial ekonomi seseorang, maka makin kurang menekankan
pentingnya akan pendidikan
b. Rata-rata
warga masyarakat dari tingkat ekonomi yang rendah berminat terhadap pendidikan
sepanjang pendidikan itu mempunyai kegunaan praktis terhadapnya.
c. Walaupun
pendidikan secara luas dipandang sebagai suatu saluran yang tepat untuk
mobilitas sosial, rata -rata warga masyarakat yang berasal dari status sosial
rendah kurang siap dibandingkan dengan mereka yang status sosial ekonominya
tingkat menengah untuk melanjutkan pendidikannya.
d. Rata-rata
warga masyarakat dari status sosial ekonomi rendah tidak melihat pendidikan
sebagai upaya untuk pengembangan pribadi atau realisasi diri pribadi, dan ini
dapat dijelaskan mengapa mereka kurrang siap untuk mengikuti program pendidikan
yang bertujuan rekreasi dari pada yang bertujuan keterampilan.
Selanjutnya perlu
diketahui pula, bahwa minat untuk melanjutkan pendidikan
berbedabeda pula karena factor kelamin,
tempat tinggal, kota atau desa, suku bangsa dan besarnya dan jenis masyarakat.
c. Perubahan Minat dalam Daur kehidupan
Salah satu factor
penting dalam perencanaan program yang perlu diperhatikan adalah adanya
perubahan minat dalam daur kehidupan sesorang. Walaupun jumlah minat sesorang
dalam daur kehidupannya relatif konsatan, tetapi isinya cenderung berubah.
Minat terhadap
keterampilan dan kehidupan keluarga cenderung didominasi oleh orang yang dewasa
muda (18 th -35 th). Hal ini disebabkan karena mereka ingin mencari kemapanan
dalam pekerjaan dan rumah tangga. Mereka berumur dewasa tua (35 th-55 th)
cenderung mempunyai minat terhadap masalah civic, kegiatan sosial, dan kesehatan.
Sedangkan mereka yang mendekati masa tua minatnya menunjukan pada aspek
kebudayaan termasuk agama.
D. Menilai Kebutuhan dan Minat
Ada tiga sumber
kebutuhan dan minat yang harus dipertimbangkan dalam
perencanaan program-program pendidikan.
Ketiga sumber tersebut berasal dari:
1. Individu yang akan diberi pelayanan
pendidikan
2. Organisasi atau lembaga yang akan
diberi sponsor
3. Masyarakat secara keseluruhan
a. Kebutuhan dan Minat Individu
Apa yang harus
dipelajari seseorang dapat diperleh dari sumber -sumber seperti berikut:
a. Dari
orang itu. Untuk mengetahui kebutuhan belajar orang tersebut dapat dilakukan dengan
melalui wawancara, diskusi kelompok, ataupun menggunkan kuesioner. Tetapi cara
demikian kurang memperoleha jawaban secara mendalam, serta jawaban yang
diberikan mungki n akan dibuat-buat.
b. Dari
orang yang mempunyai “peran pembantu” orang lain.
c. Dari
Media massa
d. Dari
buku-buku yang bersifat professional
e. Dari
organisasi dan survey masyarakat
b.Kebutuhan Organisasi
Suatu organisasi atau
lembaga adalah organisme yang hidup yang mempunyai kebutuhan juga. Apabila
mengambil hirarkhi kebutuhan yang dikemukakan Maslow, maka organisasi itu
mempunyai pula kebutuhan untuk hidup, kebutuhan rasa aman, kebutuhan untuk
dihargai dan kebutuhan untuk perwujudan diri. Hal tersebut sangat tergantung
para personalnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam setiap kelembagaan
biasanya memikirkan mengenai kebutuhan latihan, artinya perubahan yang harus
dibuat terhadap para pegawainya dengan menggunakan teknik –teknik pendidikan
untuk menciptkan efisiensi dan pencapaian tujuan dari lembaga itu. Dalam setiap
situasi organisasi sering terjadi kebutuhan akan latihan secara berulang-ulang
apabila:
- adanya pegawai baru
- adanya penguasaan pimpinan baru, yang
ia belum kenal akan tugasnya
- cara mengerjakan suatu pekerjaan yang
terdahulu telah berubah
- adanya alat-alat baru
- tujuan dan cara kerja telah berubah
Beberapa metode yang
dapat digunakan untuk mengetahui kebutuhan latihan adalah:
a. Wawancara
b. Angket
c. Laporan dan catatan manajemen
d. Test
e. Analisis masalah kelompok
f. Analisis pekerjaan yang
dikombinasikan dengan penilaian terhadap penampilan
g. Teknik insiden kritis
h. Panel Penilaian
c. Kebutuhan Masyarakat
Pengertian “masyarakat”
sering berbeda -beda antara pendidik yang satu dengan pendidik yang lainnya.
Bagi lembaga internasional, pengertian masyarakat berarti masyarakat dunia.
Bagi lembaga -lembaga nasional, pengertian masyarakat adalah suatu negara. Bagi
seorang ahli tertentu, pengertian masyarakat berarti orang –orang yang
berkecimpung dalam bidang keahlian tertentu itu. Bisa pula pengertian masyarakat
itu meliputi satu kota atau seluruh warga masyarakat. Oleh karena itu setiap
pendidik merumuskan sendiri setiap masyarakat yang akan dilayani itu dan selanjutnya
mengidentifikasi kebutuhan belajar masyarakat tersebut. Salah satu teknik untuk
mengidentifikasi kebutuhan belajar suatu masyarakat adalah dengan menggunakan
community survey. Pengertian community survey dapat meliputi dari studi yang
paling sederhana sampai dengan studi yang paling komprehensif.
Ada beberapa langkah dalam melaksanakan
survey masyarakat:
a.
Merumuskan tujuan
Setiap kelompok yang
ingin melaksanakan survey masyarakat, harus tahu
apa yang penting untuk studi dari
masyarakat itu. Oleh karena itu, harus dirumuskan dalam tujuan survey
masyarakat.
b.
Membentuk tim pelaksana.
Walaupun studi ini sangat terbatas, maka
perlu dibentuk suatu tim yang akan merencanakan dan melaksanakan survey
tersebut. Disaran kan pula agar dalam tim itu didudukan wakil -wakil yang
berasal unsure-unsur masyarakat dimana data itu akan diperoleh.
c.
Menentukan ruang lingkup masalah yang
akan disurvey.
Masyarakat bagaimanapun
kecilnya adalah sangat kompleks. Oleh karena itu tidak ada seorangpun atau
kelompok yang mengharapkan dapat melakukan survey
yang lengkap mengenai masyarakat itu.
Suatu hal yang menjadi prioritas dalam survey suatu masyarakat ini adalah
merancang pertanyaan -pertanyaan apa yang memerlukan jawaban. Sebab pada akhirnya,
suatu studi adalah menjawab pertanyaan -pertanyaan. Langkah pertama dalam
survey adalah tim harus memikirkan pertanyaan apa yang mungkin berguna untuk
mendapatkan jawaban, yang selanjutnya disusun dalam suatu urutan
d.
Merekrut dan melatih tenaga sukarela
Tergantung pada ruang
lingkup masalah yang akan di studi, maka mungkin studi itu memerlukan beberapa
tenaga sukarela. Dalam kenyataannya, ada korelasi langsung antara tenaga
sukarela dalam suatu survey masyarakat dengan nilai hasil
survey itu
e.
Mengidentifikasi sumber yang diperlukan
Sumber informasi yang diperlukan dalam
suatu survey masyarakat dapat diperoleh dari:
1. bahan-bahan
cetak, seperti laporan (pemerintahan setempat, sensus, organisasi, buku
petunjuk, laporan survey dan sejenisnya).
2. petugas
suatu lembaga, seperti petugas pemerintah, tenaga sukarela, petugas media massa
atau anggota dari suatu organisasi.
3. Orang-orang
kunci seperti pimpinan-pimpinan masyarakat, petugas humas, pendidik, penyunting
surat kabar.
4. Warga
masyarakat umum, yaitu anggota warga suatu masyarakat.
f. Mengumpulkan
informasi
Barangkali prosedur yang paling efisien
dalam mengumpulkan informasi yang diperlukan adalah mengorganisir tim-tim
khusus yang sesuai ruang lingkup survey itu.
g.
Mengorganisir informasi
Data-data dan informasi
yang dikumpulkan harus diorganisir guna dianalisis dan ditafsirkan. Penafsiran
informasi biasanya dilakukan oleh suatu kelompok. Data-dat yang dikumpulkan
harus segera dipadukan untuk klasifikasi. Beberapa saran untuk pengorganisasian
data itu, dapat dilakukan menggunakan table, disusun secara naratif, peta,
bagan, foto dan sejenisnya. Bahan -bahan yang telah
disusun/diorganisir ini apabila untuk
dipresentasikan bagi publik seyogianya disusun dalam bentuk yang ringkas,
dibandingkan apabila akan dipresentasikan kepada penyelenggara studi.
h.
Menafsirkan informasi
Apabila informasi telah
disusun, anada harus menyadari bahwa informasi itu belum merumuskan kebutuhan
pendidikan untuk masyarakat. Suatu proses lagi masih diperlukan untuk
menafsirkan informasi tersebut.