Selasa, 15 Desember 2009
Home »
mutiara kata
» renungan jiwa
renungan jiwa
RENUNGAN JIWA
Ketika kamu lahir
Dia merawatmu penuh kasih saying
Sebagai balasannya..
Kamu membangunkannya malam2
Ketika kamu berusia 4th
Dia membelikanmu pensil
Sebagai balasannya..
Kamu mencoret-coret tembok rumahmu
Ketika kamu berusia 7th
Dia membelikanmu bola
Sebagai balasannya.
Kamu menendangnya ke jendela tetangga
Ketika kamu berusia 13th
Dia mengantarkanmu kemana2
Sebagai balasannya..
Kamu menyuruhnya langsung pulang
Ketika kamu berusia 15th
Dia menyurum memotong rambut
Sebagai balasannya..
Kamu bilang “mama gak tau mode”
Ketika kamu beranjak dewasa
Dia menasehatimu
Sebagai balasannya..
Kamu bilang”cerewet banget sih”
Ketika kamu berusia 18th
Dia menangis terharu karma kamu lulus SMA
Sebagi balasannya..
Kamu pergi bersama teman2mu sampai malam
Ketika kamu berusia 19th
Dia mengantarkanmu kuliah hari pertama
Sebagai balasannya..
Kamu minta di turunkan jauh dari gerbang karma malu orang tuamu jelek
Ketika kamu berusia 25th
Dia membiayai semua kebutuhan pernikahanmu
Sebagai balasannya..
Kamu pindah rumah jauh di luar kota
Ketika kamu berusia 35th
Dia mengajarimu bagaimana mengurus bayi
Sebagi balasannya..
Kamu bilang “zamannya udah beda Ma..”
Ketika dia sudah tua
Dia menelponmu minta di antarkan ke acara hajatan saudara dekat
Sebagai balasannya..
Kamu bilang “aku lagi sibuk banyak kerjaan
Ketika dia mulai sakit2an membutuhkan perawatanmu
Sebagai balasannya..
Kamu membaca buku “dampak negative ortu yang numpang tinngal di rumah anak”
Hingga ahirnya dia pergi dengan tenang..
Barulah penyesalan datang
Teringat semua yang belum kita lakukan
Ketika dia telah tiada..
Barulah kita sadar betapa mereka sangat mengharap dan membutuhkan perhatian kita..
Maka dari itu.. selagi ortu kita masih ada, lakukanlah apa yang belum dan seharusnya kita lakukan..
Agar tak ada kata “SESAL”







0 comments:
Posting Komentar