Senin, 06 Agustus 2012

Cerpen cinta : Janji


janji
cerpen ini dulu aku tulis ketika kelas 2 SMA . waktu itu aku pacaran sebut saja nama pacarku setya sperti dlam cerpen ini . dan waktu itu juga aku menjalin hubungan kakak adik dg vatur . intinya cerpen ini merupakan hayalan hubungan ku dg ke dua cwok itu di masa depan ketika itu . jadi cerpen ini 50% kisah nyata. tpi syangnya sekarang aku sudah lama putus dg setya, dan dg maz vatur juga sudah tdk berhubungan lagi karna putus dari setya aku pcaran dg vatur. tpi cintaku hrus hancur 7 0ktober 2011 lalu. tepatnya stelah 1 tahun 2 bulan pacaran. skarang vatur sdah kmbali ke perantauan, lamandau Kalimantan tengah. selamat membaca cerpen cinta yang ku beri judul "JANJI"


Janji


            “saya terima nikahnya…” suara setya mengalun sejukkan hatiku, belum selesai kalimat itu terucap, ku lihat ke arah luar sesosok lelaki berkemeja biru memasuki halaman rumahku. Berdiri di bawah gapura kayu berhias janur kuning melengkung.
            Sekilas ku lihat wajahnya, seperti ku mengenalnya.tapi siapa?aku tak pernah bertemu sebelumnya.tapi lagi-lagi pikiranku berkata, aku kenal dia. Ah .. tapi semua itu tak terus ku pikirkan. Saat ini semua mata terharu menangis, begitupun denganku. Tak kuasa ku sambut puluhan tangan menjabatku, sekali lagi ku lihat lelaki berkemeja biru tadi. Tapi dia tak mengucap selamat padaku, ku lihat dia pergi, siapa dia????

***
malam yang selalu terbayang kala ku masih remaja dulu, terjadi sudah.saat aku harus memberikan segalanya. Aku bersyukur karena aku bisa memberikan semua pada setya, suami yang sangat ku cintai. Tak sia2 dari dulu ku pertahankan hubungan hingga kini ku menjadi istrinya. Waktupun berlalu begitu cepat, mataku pun tlah mulai terlelap dalam selimut berdua.
***
            “yang bangun udah jam 3, sholat tahajjud bareng yuk” dengan halus  setya membangunkan ku. Kamipun segera mandi dan sholat bersama.
“yang, aku ngantuk, tidur lagi yah..”rengekku manja. “jangan… udah mau subuh, nanti aja setelah sholat. Sekarang kamu buka kado dari temen-temen kamu ajah biar gak ngantuk” ah ku pikir iya juga.”iya deh yang, temenin yah”
            satu persatu kadopun ku buka.tak satupun ada sesuatu dari temen  setya, maklum cowok biasanya hanya sekedar datang tuk ucap selamat.” yank, aku keluar dulu ya..” ku iyakan saja karna ku lihat mata setya sudah mulai bosan melihat kado-kado itu.”ya udah sayang keluar aja.. ku buka sendiri saja”
            aku sempat takut , tapi semua lenyap saat mataku tertuju pada tumpukan kado di sekelilingku. Di sudut kiri bawah ku lihat kado berwarna PINK., yah.. itu kado yang di bawa cowok berbaju biru tadi.ku putuskan tuk membukanya lebih dulu. Saat ku hendak membuka, entah kenapa hatiku bergetar,wajah cowok itu kembali terbayang. Ah buatku bingung.saat ku buka ternyata di dalamnya berisi kotak lagi, hingga kotak ke-4 barulah ku dapati sebuah kotak kecil berwarna merah jambu bersinar.ku buka perlahan, ternyata isinya sebuah cincin emas putih bermata berlian merah jambu.sungguh cantik. Siapa dia?? Di sudut kotak terselip surat terlipat begitu kecil dan rapi.
Ku baca surat itu..

adekku tersayang…
mas menulis surat ini di atas kapal Kalimantan menuju jawa. Mas tulis sekarang karma mas takut besok tak sempat.rencananya besok sesampainya di jawa, mas hanya pulang sebentar lalu kerumah adek.mas udah gak sabar ketemu adekku yang pasti udah gede. Seperti janji mas 4 th yang lalu. Mas akan datang saat adek sudah dewasa. Kini tiba saatnya mas tepati janji itu.
WIIL YOU MARRY ME??
Pakailah cincin itu lalu telfon aku.
Jika tidak, tetap pakailah cincin itu tapi jangan telfon aku.”
                                                                                              Vatur












            
 Deg!! Dadaku rasanya seperti terhantam batu besar yang buatku ingin ambruk. Hingga semua itu membawaku dalam memori 4 th lalu, saat aku masih kelas 2 SMA.saat seorang lelaki mengambil alamat facebookku dari facebook mantan pacarku hingga ku mengenalnya, menjadi dekat.
“adek kok manis banget sih? Bikin mas jatuh cinta” itulah pertama kali mas vatur merayuku.tiap hari dia menelfonku, kami makin dekat dank u sebut dia kakak angkatku, yang selalu temaniku dalam sepi.hingga suatu hari dia telfon aku.”dek, sebenarnya mas mulai cinta adek, tapi mas  tau adek sudah milik orang lain.maka dari itu, mas tak ingin ungkapkan perasaan mas sekarang.tunggu dua tahun lagi saat adek udah putus dengan setya” omongnya serius. “loh kok doa’in aku putus? Lagian dia sekarang di pesantren, pulangnya pun dua taun lagi.jadi 2 th lagi aku pasti kangen-kangenan, bukan putus.gimana?” ucapku dengan nada manja.”bukan doa’in dek, ya sudah kalo emang begitu, mas gak jadi nembak adek.tapi mas mau langsung datang kerumah adek temui ortu, ngelamar gitu.. 4 th lagi saat mas udah pulang dari Kalimantan”ujarnya. “bener tah mas?tapi kalu ternyata saat itu aku sudah jadi istri orang?” tanyaku balik.”mas serius dek, tapi jika itu terjadi ya mas datang buat silaturrahmi . inget dek, cinta tak harus memiliki. Tapi 4 th lagi mas pasti datang”
itulah obrolanku dengan mas vatur yang paling dalam. Saat itu aku masih pacaran dengan mas setya, memasuki tahun ke-2 sejak jadianku kelas 3 SMP dulu. Tapi lulus SMP ku terpisah karna mas setya sekolah di luar kota.sedangkan dengan mas vatur, aku mulai jarang komunikasi saat aku mulai menginjak bangku kuliah. Hingga tak sadar aku lupa.
Dan saat ini .. terjadi sudah, dia benar-benar datang. Aku bersalah karna tak sempat mengabari pernikahanku.dan mas vatur harus melihat sendiri aku bersama orang lain.padahal dia datang tuk melamarku..
            “loh ngapain yang?kok ngelamun gitu?” tiba-tiba saja setya mengagetkanku “hm.. gak yank, ada apa?” ku menatapnya sayu.”ini aku temukan surat di depan rumah, sepertinya buat sayank” ku ambil surat itu dari tangan setya. Ku tundukkan kepala dan ku pasang wajah mengantuk agar setya menyuruhku mengambil wudhu’, kupun keluar dan membaca surat itu di kamar mandi. Dan ku harus kembali ingin menangis,, itu tulisan mas vatur. Apalagi ini?? Ku takut  setya tau dan marah padaku..

“ adekku yang tlah dewasa…..
kemarin mas berniat temuimu sebagai lelaki yang akan melamarmu seperti janji ku 4 th yang lalu. Tapi ternyata takdir izinkan mas temuimu sebagai seorang kakak yang menghadiri pesta pernikahan adeknya.. mas tak menyangka .. tapi.. cinta memang tak harus memiliki.
Mas turut bahagia adek…”                                                  
                                                                                            vatur






Sekali lagi ku teringat janji itu.maaf kan aku mas, aku tak berniat.sungguh ku ingat raut wajah mas vatur saat hadiri pesta pernikahanku. Matanya basah..

***
            waktupun terus berlalu.ku pun kini hamil anak setya, dan mas vatur juga telah aku pertemukan dengan  setya. Ku ceritakan  semua bahwa dia kakak angkatku yang ku kenal saat setya di pesantren. Tapi ku sepakat dengan mas vatur tuk tak bilang janji mas vatur melamarku, bahkan tentang cincin tunangan yang aku terima dulu. Tuk menjaga perasaan mas setya dan keutuhan keluargaku.
            Kini kami bertiga adalah keluarga. Semoga ku tetap bisa menjaga keluargaku.
setya, calon ayah dari anakku..
Dan mas vatur, calon pak de dari anakku..

terimakasih ya udah sempet baca Cerpen - janji ini

0 comments: