Postinganku kali ini mengenai KONSEP EVALUASI PROGRAM PLS ,,,,, silakan dibaca ya,,, jangan lupa juga baca postinganku yg sebelumnya tentang RPPH PAUD SENTRA PERAN tapi kali ini baca KONSEP EVALUASI PROGRAM PLS dulu y .....
KONSEP EVALUASI PROGRAM PLS
A.
Konsep Evaluasi Program
Menurut John M.
Echlos dan Hasan Sadili (1983: 220) dalam Drs. M.Chabib Thoha, M. A, (2003: 1)
evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang berarti penaksiran
atau penilaian. Sedangkan menurut istilah evaluasi merupakan kegiatan yang
terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan suatu
instrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolok ukur untuk memperoleh
kesimpulan.
Suharsimi Arikunto
(2002: 13) mendefinisikan evaluasi dengan lebih dahulu menjelaskan tentang
mengukur dan menilai. Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran
yang bersifat kuantitatif. Menilai adalah mengambil sesuatu keputusan terhadap
sesuatu dengan ukuran baik buruk dan bersifat kualitatif. Sedangkan mengadakan
evaluasi meliputi kedua langkah diatas, yaitu mengukur dan menilai. Dengan
demikian evaluasi adalah menilai (tetapi dilakukan dengan mengukur terlebih
dahulu).
Evaluasi program
adalah upaya pengumpulan informasi bahwa evaluasi program adalah upaya
pengumpulan informasi mengenai suatu program, kegiatan atau proyek. informasi
tersebut berguna untuk pengambilan keputusan antara lain untuk memperbaiki
program, menyempurnakan program lanjutan, menghentikan suatu kegiatan, atau
menyebarluaskan gagasan yang mendasari suatu program atau kegiatan. (Mugiadi
(1980) dalam Djudju Sujana, 2006: 21)
Menurut Syamsu
Mappa (1984), evaluasi program pendidikan luar sekolah adalah kegiatan yang
dilakukan untuk menetapkan keberhasilan dan kegagalan suatu program pendidikan.
Jadi yang dimaksud
evaluasi program pendidikan luar sekolah adalah kegiatan sistematis untuk
mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyajikan data sebagai masukan untuk
pengambilan keputusan. Batasan Evaluasi program ini mengandung 3 unsur penting
yaitu kegiatan sistematis, data dan pengambilan keputusan. kegiatan sistematis
mengandung makna bahwa evaluasi harus melalui prosedur yang tertib berdasarkan
kaidah-kaidah ilmiah. Data yang dikumpulkan sebagai focus evaluasi program,
diperoleh melalui kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian
dengan menggunakan pendekatan, model, metode dan teknik ilmiah. Pengambilan
keputusan bermakna bahwa data yang disajikan itu akan bernilai apabila menjadi
masukan berharga untuk pengambilan keputusan tentang alternatif yang akan
diambil terhadap program.
B.
Karakteristik Evaluasi Program PLS
1)
Lebih mengutamakan proses kegiatan yang bersifat umum,
bukan yang bersifat khusus, artinya bahwa semua program pendidikan luar sekolah
yang diangkat dari satuan, jenis dan lingkupnya menggunakan prinsip-prinsip
umum dalam evaluasi terhadap sistem atau manajemenn pendidikan luar sekolah.
2)
Evaluasi program lebih luas daripada pemeriksaan
terhadap pencapaian tujuan program. Pencapaian tujuan itu berupa out put
(keluaran)
3)
Evaluasi program lebih luas dibandingkan dengan
evaluasi hasil program.
4)
Evaluasi program lebih luas daripada evaluasi proses
pembelajaran.
5)
Evaluasi program merupakan alat dalam manajement atau
sebagai fungsi manajemen program (perencanaan, pengorganisasian, penggerakan,
pembinaan dan pengembangan).
6)
Evaluasi program merupakan alat dalam management
program. perencanaan pengorganisasian, penggerakan pembinaan dll sebagai
masukan dalam pengambilan keputusan mengenai setiap fungsi managemen PLS.
7)
Evaluasi program berpusat pada manusia yang terlibat
dan terkait dengan program.
C.
Tujuan Evaluasi Program
Tujuan adalah
unsur yang sangat penting dalam evaluasi pendidikan luar sekolah. Tujuan
evaluasi pendidikan luar sekolah beraneka ragam, diantaranya adalah:
1)
Memberi Masukan Bagi Perencana Program
Perencanaan program adalah kegiatan pengelolaan
bersama orang lain atau melalui orang lain, baik perorangan maupun kelompok,
untuk menyusun program pendidikan luar sekolah. Program pendidikan luar sekolah
yang sistematik adalah:
a. Lokasi kegiatan
b. Kurikulum
c. Warga belajar
d. Proses pembelajaran
e. Keluaran
f. Masukan lain berupa dana
belajar, fasilitas dan sebagainya
g. Pengaruh program
2)
Memberi Masukan Bagi Kelanjutan, Perluasan Dan
Penghentian Program
Dalam evaluasi ini yang dinilai
adalah program pendidikan luar sekolah yang telah direncanakan dan dilaksanakan
yang mencakup komponen, proses dan tujuan program. tujuan ini dicapai melalui
evaluasi sumatif (program berakhir) dan formatif (program sedang berlangsung).
hasil evaluasi dapat dijadikan masukan untuk pengambilan keputusan tentang
perlunya penghentian atau pengembangan program
3)
Memberi Masukan Untuk Modifikasi Program
Informasi yang berkaitan dengan
penerimaan program dan komponen-komponennya akan sangat penting artinya bagi
pengambilan keputusan tentang perlunya modifikasi atau perbaikan program dan
untuk mempertahankan program yang sedang dilaksankan, serta untuk melihat
keunggulan yang sedang dilaksankan.
4)
Memperoleh Informasi Tentang Factor Pendukung dan
Penghambat Program
Evaluasi ini dilakukan untuk menganalisis
kekuatan dan kelemahan program serta peluang dan tantangan yang dihadapi dalam
pelaksanaan program. hasil evaluasi
5)
Memberi Motivasi Dan Pembinaan Pengelola dan
Pelaksana Program
Pengeola dan pelaksana program perlu
dimotivasi dan dibina sehingga mereka dapat melaksanakan tugas mereka sebaik
mungkin sesuai denagn criteria yang telah direncanakan.
6)
Memberi Masukan untuk Memahami Landasan Keilmuan
Bagi Evaluasi.
Program. Dalam evaluasi program
banyak yang dapat dijadikan sebagai landasan, namun perlu digunakan
sekurang-kurangnya satu disiplin keilmuan
D.
Manfaat Evaluasi Program
Dalam organisasi
pendidikan, evaluasi program dapat disamaartikan dengan kegiatan supervisi.
Secara singkat, supervisi diartikan sebagai upaya mengadakan peninjauan untuk
memberikan pembinaan maka evaluasi program adalah langkah awal dalam supervisi,
yaitu mengumpulkan data yang tepat agar dapat dilanjutkan dengan pemberian
pembinaan yang tepat pula.
Jika supervisi di
lembaga pendidikan dilakukan dengan objek buku-buku dan pekerjaan clerical
work maka evaluasi program dilakukan dengan objek lembaga pendidikan secara
keseluruhan. Kebijakan supervisi yang berlangsung saat ini dapat dikatakan sama
dengan evaluasi program, tetapi sasarannya ditekankan pada kegiatan
pembelajaran.
Berdasarkan
pengertian tadi, supervisi sekolah yang diartikan sebagai evaluasi program,
dapat disamaartikan dengan validasi lembaga dan akreditasi. Evaluasi program
merupakan langkah awal dari proses akreditasi dan validasi lembaga. Evaluasi
program pendidikan tidak lain adalah supervisi pendidikan dalam pengertian
khusus, tertuju pada lembaga secara keseluruhan.
Kegiatan evaluasi
sangat berguna bagi pengambilan keputusan dan kebijakan lanjutan dari program,
karena dari masukan hasil evaluasi program itulah para pengambil keputusan akan
menentukan tidak lanjut dari program yang sedang atau telah dilaksanakan. Wujud
dari basil evaluasi adalah sebuah rekomendasi dari evaluator untuk pengambil
keputusan (decision maker). Ada empat kemungkinan kebijakan yang dapat
dilakukan berdasarkan hasil dalam pelaksanaan sebuah program keputusan, yaitu
1. Menghentikan program, karena dipandang bahwa program tersebut tidak ada
manfaatnya, atau tidak dapat terlaksana sebagaimana diharapkan.
2. Merevisi program, karena ada bagian-bagian yang kurang sesuai dengan harapan (terdapat
kesalahan tetapi hanya sedikit).
3. Melanjutkan program, karena pelaksanaan program menunjukkan bahwa segala
sesuatu sudah berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang
bermanfaat.
4. Menyebarluaskan program (melaksanakan program di
tempat-tempat lain atau mengulangi lagi program di lain waktu), karena program tersebut berhasil dengan balk maka
sangat baik jika dilaksanakan lagi di tempat dan waktu yang lain.
Sumber :
anan-nur.blogspot.com/2012/01/evaluasi-program-pendidikan-prof-dr.html






0 comments:
Posting Komentar