BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pendidikan
adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia melalui
kegiatan pengajaran. Salah satu faktor
dari dalam diri yang menentukan berhasil tidaknya dalam proses belajar mengajar
adalah motivasi belajar. Dalam kegiatan belajar, motivasi merupakan keseluruhan
daya penggerak di dalam diri yang menimbulkan kegiatan belajar,yang menjamin
kelangsungan dari kegiatan belajar. Motivasi belajar adalah merupakan faktor
psikis yang bersifat non intelektual. Seseorang yang mempunyai intelegensi yang
cukup tinggi, bisa gagal karena kurang adanya motivasi dalam belajarnya.
Motivasi
mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun
siswa. Bagi guru mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna
memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa motivasi belajar
dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan
perbuatan belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang karena
didorong motivasi. Sedangkan faktor dari luar diri siswa yang dapat
mempengaruhi belajar adalah faktor metode pembelajaran. Selain siswa, unsur
terpenting yang ada dalam kegiatan pembelajaran adalah guru. Guru sebagai
pengajar yang memberikan ilmu pengetahuan sekaligus pendidik yang mengajarkan nilai-nilai,
akhlak, moral maupun sosial dan untuk menjalankan peran tersebut seorang guru
dituntut untuk memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas yang nantinya akan
diajarkan kepada siswa. Seorang guru dalam menyampaikan materi perlu memilih
metode mana yang sesuai dengan keadaan kelas atau siswa sehingga siswa merasa
tertarik untuk mengikuti pelajaran yang diajarkan. Dengan variasi metode dapat
meningkatkan kegiatan belajar siswa.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kajian Teori tentang
Motivasi Belajar
2.1.1
Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi belajar adalah
dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia ke dalam
bentuk aktivitas nyata untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai
hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang
menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik.
2.1.2
Pentingnya Motivasi dalam Belajar
Motivasi belajar penting
bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi belajar adalah sebagai
berikut:
*
Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil
akhir,
*
Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar yang dibandingkan
dengan teman sebaya,
*
Mengarahkan kegiatan belajar,
*
Membesarkan semangat belajar,
*
Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian
bekerja, siswa dilatih untuk menggunakan kekuatannya sehingga dapat berhasil.
Motivasi belajar juga
penting diketahui oleh seorang guru. Pengetahuan dan pemahaman tentang motivasi
belajar pada siswa bemanfaat bagi guru, manfaat itu sebagai berikut:
@ Membangkitkan, meningkatkan,
dan memelihara semangat siswa,
@ Mengetahui dan memahami
motivasi belajar siswa,
@ Meningkatkan dan menyadarkan
guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran seperti sebagai
penasihat, fasilitator, instruktur, teman diskusi, dan penyemangat.
2.1.3
Jenis Motivasi
§ Motivasi Primer
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada
motif-motif dasar atau motif bawaan. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal
dari segi biologis atau jasmani manusia yang timbul akibat proses kimiawi
fisiologik yang terdapat pada setiap orang.
§ Motivasi Sekunder
Motivasi sekunder adalah motivasi yang diperoleh dari belajar
melalui pengalaman. Motivasi sekunder ini, oleh beberapa ahli disebut juga
motivasi sosial. Lingdren (dalam Max Darsono, 2001 : 62) menyatakan bahwa
motivasi sosial adalah motivasi yang dipelajari dan bahwa lingkungan individu
memegang peran yang penting.
2.1.4
Sifat Motivasi
Berdasarkan sifatnya
motivasi dapat dibagi menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
§ Motivasi Intrinsik.
Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari diri
sendiri dan tidak dipengaruhi oleh sesuatu di luar dirinya karena dalam setiap
diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Orang yang tingkah
lakunya digerakkan oleh motivasi intrinsik, baru akan puas kalau tingkah lakunya
telah mencapai hasil tingkah laku itu sendiri. Misalnya seorang siswa
menyelesaikan pekerjaan rumah tentang soal-soal matematika, bertujuan untuk
memahami konsep-konsep matematika melalui penyelesaian soal-soal itu, bukan
karena takut kepada guru atau ingin mendapat pujian dari guru.
§ Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dalam
diri seseorang karena pengaruh dari rangsangan di luar perbuatan yang
dilakukannya. Tujuan yang diinginkan dari tingkah laku yang digerakkan oleh
motivasi ekstrinsik terletak di luar tingkah laku itu. Misalnya siswa yang
sedang menyelesaikan pekerjaan rumah, sekedar mematuhi perintah guru, kalau
tidak dipatuhi guru akan memarahinya.
2.1.5
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Di dalam kehidupan
sehari-hari motivasi banyak dipelajari, termasuk motivasi dalam belajar. Oleh
karena itu motivasi belajar dapat timbul tenggelam atau berubah, disebabkan
beberapa faktor yang mempengaruhinya. Beberapa faktor yang mempengaruhi
motivasi belajar adalah sebagai berikut:
¶ Cita-cita atau Aspirasi
Cita-cita disebut juga aspirasi adalah suatu target yang
ingin dicapai. Penentuan target ini tidak sama bagi semua siswa. Target ini
diartikan sebagai tujuan yang ditetapkan dalam suatu kegiatan yang mengandung
makna bagi seseorang.
¶ Kemampuan Belajar
Dalam belajar dibutuhkan berbagai kemampuan. Kemampuan ini
meliputi beberapa aspek psikis yang terdapat dalam diri siswa misalnya
pengamatan, perhatian, ingatan, daya pikir, dan fantasi.
¶ Kondisi Siswa
Kondisi siswa yang mempengaruhi motivasi belajar berkaitan
dengan kondisi fisik, dan kondisi psikologis. Tetapi biasanya guru lebih cepat
melihat kondisi fisik, karena lebih jelas menunjukkan gejalanya dari pada
kondisi psikologis.
¶ Kondisi Lingkungan
Kondisi lingkungan merupakan unsur-unsur dari luar diri siswa
yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Bagi guru hal ini penting,
karena guru terlibat langsung dalam pembelajaran siswa. Guru harus berusaha
mengelola kelas, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan untuk memotivasi
belajar siswa.
¶ Unsur-unsur Dinamis dalam
Belajar
Unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang
keberadaannya dalam proses belajar tidak stabil, kadang-kadang kuat,
kadang-kadang lemah dan bahkan hilang sama sekali khususnya kondisi-kondisi
yang sifatnya kondisional. Misalnya keadaan emosi siswa, gairah belajar, situasi
dalam belajar, dan lain-lain.
¶ Upaya Guru Membelajarkan
Siswa
Upaya yang dimaksud di sini adalah bagaimana guru
mempersiapkan diri dalam membelajarkan siswa mulai dari penguasaan materi, cara
menyampaikannya, menarik perhatian siswa, mengevaluasi belajar siswa, dan
lain-lain.
2.1.6
Prinsip-prinsip Motivasi Belajar
Motivasi mempunyai peranan
yang strategis dalam aktivitas belajar seseorang. Tidak ada seorang pun yang
belajar tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar.
Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi dalam
belajar tidak hanya sekedar diketahui, tetapi harus diterangkan dalam aktivitas
belajar-mengajar. Ada beberapa prinsip motivasi dalam belajar seperti dalam
uraian berikut:
·
Motivasi sebagai Dasar Penggerak yang Mendorong Aktivitas
Belajar
Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang
mendorongnya. Motivasilah sebagai dasar penggeraknya yang mendorong seseorang
untuk belajar. Bila seseorang sudah termotivasi untuk belajar, maka dia akan
melakukan aktivitas belajar dalam rentang waktu tertentu. Oleh karena itulah,
motivasi diakui sebagai dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar
seseorang.
·
Motivasi Intrinsik Lebih Utama daripada Motivasi Ekstrinsik
dalam Belajar
Dari seluruh kebijakan pengajaran, guru lebih banyak memutuskan memberikan motivasi ekstrinsik kepada setiap anak didik. Anak didik yang malas belajar sangat berpotensi untuk diberikan motivasi ekstrinsik oleh guru supaya dia rajin belajar. Efek yang tidak diharapkan dari pemberian motivasi ekstrinsik adalah kecenderungan ketergantungan anak didik terhadap segala sesuatu di luar dirinya. Selain kurang percaya diri, anak didik juga bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. Oleh karena itu motivasi intrinsik lebih utama dalam belajar.
Dari seluruh kebijakan pengajaran, guru lebih banyak memutuskan memberikan motivasi ekstrinsik kepada setiap anak didik. Anak didik yang malas belajar sangat berpotensi untuk diberikan motivasi ekstrinsik oleh guru supaya dia rajin belajar. Efek yang tidak diharapkan dari pemberian motivasi ekstrinsik adalah kecenderungan ketergantungan anak didik terhadap segala sesuatu di luar dirinya. Selain kurang percaya diri, anak didik juga bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. Oleh karena itu motivasi intrinsik lebih utama dalam belajar.
·
Motivasi Berupa Pujian Lebih Baik daripada hukuman
Meski hukuman tetap diberlakukan dalam memicu semangat
belajar anak didik, tetapi masih lebih baik penghargaan berupa pujian. Setiap
orang senang dihargai dan tidak suka dihukum dalam bentuk apa pun juga. Memuji
orang lain berarti memberikan penghargaan atas prestasi kerja orang lain. Hal
ini akan memberikan semangat kepada seseorang untuk lebih meningkatkan prestasi
kerjanya. Tetapi pujian yang diucap itu tidak asal ucap, harus pada tempat dan
kondisi yang tepat. Kesalahan pujian bisa bermakna mengejek.
·
Motivasi Berhubungan Erat dengan Kebutuhan dalam Belajar
Dalam kehidupan, anak didik membutuhkan penghargaan.
Perhatian, ketenaran, status, martabat, dan sebagainya merupakan kebutuhan yang
wajar bagi anak didik. Semuanya dapat memberikan motivasi bagi anak didik dalam
belajar. Guru yang berpengalaman harus dapat memanfaatkan kebutuhan anak didik,
sehingga dapat memancing semangat belajar anak didik agar menjadi anak yang
gemar belajar. Anak didik pun giat belajar untuk memenuhi kebutuhannya demi
memuaskan rasa ingin tahunya terhadap sesuatu.
·
Motivasi dapat Memupuk Optimisme dalam Belajar
Siswa yang mempunyai motivasi dalam belajar selalu yakin
dapat menyelesaikan setiap pekerjaan. Dia yakin bahwa belajar bukan kegiatan
yang sia-sia. Hasilnya akan berguna tidak hanya kini, tetapi juga di hari
mendatang.
·
Motivasi Melahirkan Prestasi dalam Belajar
Dari berbagai hasil penilitian selalu menyimpulkan bahwa
motivasi mempengaruhi prestasi belajar. Tinggi rendahnya motivasi selalu
dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seorang anak didik. Anak
didik menyenangi mata pelajaran tertentu dengan senang hati mempelajari mata
pelajaran itu. Selain memiliki bukunya, ringkasannya juga rapi dan lengkap.
Setiap ada kesempatan selalu mata pelajaran yang disenangi itu yang dibaca.
Ulangan pun dilewati dengan mulus dengan prestasi yang gemilang.
2.1.7
Fungsi Motivasi dalam Belajar
Dalam kegiatan belajar
mengajar pasti ditemukan anak didik yang malas berpartisipasi dalam belajar.
Sedikit pun tidak bergerak hatinya untuk mengikuti pelajaran dengan cara
mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.
Sementara anak didik yang lain aktif berpartisipasi dalam kegiatan.
Fungsi motivasi dalam belajar akan diuraikan dalam pembahasan sebagai berikut:
Fungsi motivasi dalam belajar akan diuraikan dalam pembahasan sebagai berikut:
µ
Motivasi sebagai pendorong perbuatan
Pada mulanya anak didik tidak ada hasrat untuk belajar,
tetapi karena ada sesuatu yang dicari muncullah minatnya untuk belajar. Sesuatu
yang belum diketahui itu akhirnya mendorong anak didik untuk belajar dalam
rangka mencari tahu. Oleh karena itu, motivasi mempunyai fungsi sebagai
pendorong perbuatan siswa.
µ
Motivasi sebagai penggerak perbuatan
Dorongan psikologis yang melahirkan sikap siswa merupakan
suatu kekuatan yang tak terbendung, yang kemudian terjelma dalam bentuk gerakan
psikofisik yang berfungsi sebagai penggerak perbuatan siswa. Sikap berada dalam
kepastian perbuatan dan akal pikiran mencoba membedah nilai yang terpatri dalam
wacana, prinsip, dan hukum. Sehingga mengerti betul isi yang dikandungnya.
Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi dapat berfungsi
sebagai penggerak perbuatan.
µ
Motivasi sebagai pengarah perbuatan
Anak didik yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana
perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang harus diabaikan. Sesuatu
yang akan dicari anak didik merupakan tujuan belajar yang akan dicapainya.
Tujuan belajar itulah sebagai pengarah yang memberikan motivasi pada anak didik
dalam belajar. Segala sesuatu yang menggangu pikirannya dan dapat membuyarkan
konsentrasinya diusahakan disingkirkan jauh-jauh. Itulah peranan motivasi yang
dapat mengarahkan perbuatan anak didik dalam belajar.
2.2 Upaya-upaya Membangkitakan
Motivasi Belajar Siswa
Motivasi dipandang sebagai
dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk
siswa. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan,
menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilakusiswa. Ada tiga
komponen dalam motivasi yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan.
Dalam
proses interaksi belajar mengajar, baik motivasi intrinsik maupun motivasi
ekstrinsik, diperlukan untuk mendorong anak didik agar tekun belajar. Ada
beberapa upaya motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan
belajar anak didik di kelas, sebagai berikut:
« Memberi Angka
Angka adalah sebagai simbol atau nilai dari hasil aktivitas
belajar anak didik. Angka merupakan alat motivasi yang cukup memberikan
rangsangan kepada anak didik untuk mempertahankan atau bahkan lebih
meningkatkan prestasi belajar mereka di masa mendatang. Angka ini biasanya
terdapat dalam buku rapor sesuai jumlah mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum.
« Hadiah
Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan. Dalam dunia pendidikan, hadiah bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi tinggi, ranking satu, dua, atau tiga dari anak didik lainnya. Pemberian hadiah bisa juga diberikan dalam bentuk beasiswa atau dalam bentuk lain seperti alat tulis. Dengan cara itu anak didik akan termotivasi untuk belajar guna mempertahankan prestasi belajar yang telah mereka capai.
Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan. Dalam dunia pendidikan, hadiah bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi tinggi, ranking satu, dua, atau tiga dari anak didik lainnya. Pemberian hadiah bisa juga diberikan dalam bentuk beasiswa atau dalam bentuk lain seperti alat tulis. Dengan cara itu anak didik akan termotivasi untuk belajar guna mempertahankan prestasi belajar yang telah mereka capai.
« Kompetisi
Kompetisi adalah persaingan, dapat digunakan sebagai alat motivasi
untuk mendorong anak didik agar mereka bergairah dalam belajar. Persaingan,
baik dalam bentuk individu maupun kelompok diperlukan dalam pendidikan. Kondisi
ini bisa dimanfaatkan untuk menjadikan proses interaksi belajar mengajar yang
kondusif. Bila iklim belajar yang kondusif terbentuk, maka setiap anak didik
telah terlihat dalam kompetisi untuk menguasai bahan pelajaran yang diberikan.
Selanjutnya, setiap anak didik sebagai individu melibatkan diri mereka
mesing-masing ke dalam aktivitas belajar.
« Ego-Involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada
siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai suatu tantangan
sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri sebagai salah satu
bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan segenap
tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. Siswa
akan belajar dengan keras bisa jadi karena harga dirinya.
« Memberi Ulangan
Anak didik biasanya mempersiapkan diri dengan belajar
jauh-jauh hari untuk menghadapi ulangan. Namun demikian, ulangan tidak
selamanya dapat digunakan sebagai alat motivasi. Ulangan yang guru lakukan
setiap hari dengan tidak terprogram, akan membosankan anak didik. Oleh karena
itu, ulangan akan menjadi alat motivasi bila dilakukan secara akurat dengan
teknik dan strategi yang sistematis.
« Mengetahui Hasil
Mengetahui hasil belajar
bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Dengan mengetahui hasil, anak didik
terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi bila hasil belajar itu mangalami
kemajuan, anak didik berusaha untuk mempertahankannya atau bahkan meningkatkan
intensitas belajarnya guna mendapatkan prestasi belajar yang lebih baik di
kemudian hari atau pada semester atau catur wulan berikutnya.
« Pujian
Pujian yang diucapkan pada
waktu yang tepat dapat dijadikan sebagai alat motivasi. Pujian adalah bentuk
reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Guru
bisa memanfaatkan pujian untuk memuji keberhasilan anak didik dalam mengerjakan
pekerjaan di sekolah. Pujian diberikan sesuai dengan hasil kerja, bukan
dibuat-buat atau bertentangan sama sekali dengan hasil kerja anak didik. Dengan
begitu anak didik tidak antipati terhadap guru, tetapi merupakan figur yang
disenangi dan dikagumi.
« Hukuman
Meski hukuman sebagai
reinforcement yang negatif, tetapi bila dilakukan dengan tepat dan bijak akan
merupakan alat motivasi yang baik dan efektif. Hukuman akan merupakan alat
motivasi bila dilakukan dengan pendekatan edukatif, bukan karena dendam.
Pendekatan edukatif dimaksud di sini sebagai hukuman yang mendidik dan
bertujuan memperbaiki sikap dan perbuatan anak didik yang dianggap salah.
Sehingga dengan hukuman yang diberikan itu anak didik tidak mengulangi
kesalahan atau pelanggaran. Minimal mengurangi frekuensi pelanggaran. Akan lebih
baik bila anak didik berhenti melakukannya di hari mendatang. Oleh karena itu,
hukuman hanya diberikan oleh guru dalam konteks mendidik seperti memberikan
hukuman berupa membersihkan kelas, menyiangi rumput di halaman sekolah, membuat
resume atau ringkasan, atau apa saja dengan tujuan mendidik.
« Hasrat untuk Belajar
Hasrat untuk belajar berarti ada unsur kesengajaan, ada
maksud untuk belajar. Hal ini akan lebih baik bila dibandingkan dengan segala
kegiatan tanpa maksud. Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak didik itu
memang ada motivasi untuk belajar, sehingga sudah pasti hasilnya akan lebih
baik daripada anak didik yang tidak berhasrat untuk belajar. Diakui, hasrat
untuk belajar adalah gejala psikologis yang tidak berdiri sendiri, tetapi
berhubungan dengan kebutuhan anak didik untuk mengetahui sesuatu dari objek
yang akan dipelajarinya. Kebutuhan itulah yang menjadi dasar aktivitas anak
didik dalam belajar. Tidak ada kebutuhan berarti tidak ada hasrat untuk
belajar. Itu sama saja tidak ada minat untuk belajar.
« Minat
Minat adalah kecenderungan
yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas. Seseorang
yang berminat terhadap aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu sacara
konsisten dengan rasa senang. Dengan kata lain, minat adalah suatu rasa lebih
suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang
menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri
sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut,
semakin besar minat.
« Tujuan yang Diakui
Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh anak
didik merupakan alat motivasi yang sangat penting. Sebab dengan memahami tujuan
yang harus dicapai, dirasakan anak sangat berguna dan menguntungkan, sehingga
menimbulkan gairah untuk terus belajar
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar
mengajar antara seorang guru dan siswa nya dan motivasi belajar setiap orang
bisa jadi tidak sama. Kita harus mengetahui arti motivasi itu sendiri, agar
kita dapat memahami arti dari motivasi itu sendiri dan dapat melaksanakan nya dalam
kehidpan kita. Jenis motivasi seperti apa yang kita butuhkan untuk membangkitkan
agar kita termotivasi. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
dapat berasal dari dalam diri antara lain motivasi belajar, sedangkan faktor
dari luar diri yang dapat mempengaruhi prestasi belajar diantaranya adalah
faktor metode pembelajaran dan faktor lingkungan. Bila faktor lingkungan dalam
keadaan baik maka akan berdampak baik pula terhadap diri kita dan sebaliknya jika
lingkungan sekitar tidak baik maka akan berpengaruh negatif dan upaya apa yang
akan kita lakukan untuk menghadapi situasi seperti itu. Jika semua dapat
teratasi maka kita siap untuk meraih cita-cita yang diharapkan.
3.2 Saran
Setelah
mengetahui arti penting motivasi bagi siswa dan juga guru , maka di harapkan
bagi guru agar selalu menjaga motivasi belajar siswanya . Guru juga harus paham
akan kebutuhan motivasi anak didiknya. Karena motivasi yang di butuhkan
masing-masing siswa itu berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Dimyati
dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Ngalim
Purwanto. 2006. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Slameto.
2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.
Syaiful Bahri Djamarah.
2002. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Syaiful Bahri Djamarah.
2002. Rahasia Sukses Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Syaiful Bahri Djamarah.
2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.
Jakarta : Rineka Cipta.
itu dia makalah belajar pembelajaran : upaya guru meningkatkan motivasi siwa ,, smoga bermanfaat ya
itu dia makalah belajar pembelajaran : upaya guru meningkatkan motivasi siwa ,, smoga bermanfaat ya







0 comments:
Posting Komentar