makalah Konsep Dasar PLS : keaksaraan fungsional : baca jga ya postingan sebelumnya makalah Pengantar ilmu pendidikan : pengertian manusia dan hakikatnya !!!
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pada dasarnya orang dewasa dalam
belajar memiliki kebutuhan dan
kemampuan. Mereka akan tertarik untuk belajar
apabila materi yang dipelajari
terkait langsung dengan kebutuhaan, pemecahan masalah nyata dan sesuai dengan lingkungan kearah proses pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip belajar orang dewasa (andragogie). Dalam pandangan Ahmadi, mengembangkan suatu keterampilan orang yang buta aksara itu sangat penting karena mengembangkan keterampilan atau pemberantasan bua huruf keaksaraan fungsional merupakan suatu pembangunan masyarakat dalam nilai-nilai sosial maupun nilai-nilai kependidikannya.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan
dari pembelajaran buta huruf dan keaksaraan fungsional adalah:
1.
Meningkatkan pengetahuan membaca, menulis dan berhitung serta keterampilan fungsional untuk meningkatkan taraf hidup peserta didik.
2.
Menggali potensi-potensi dan sumber-sumber
kehidupan yang ada dilingkungan
sekitar peserta didik untuk memecahkan masalah keaksaraan.
1.3 Sasaran
Sasarannya
adalah penduduk atau warga yang tinggal di wilayah Sanenrejo, kecamatan Tempurejo, kabupaten Jember.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Keaksaraan Fungsional
Keaksaraan Fungsional adalah sebuah
usaha pendidikan luar sekolah dalam membelajarkan warga masyarakat penyandang
buta aksara agar memiliki mampu menulis, membaca dan berhitung untuk tujuan
yang pada kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang
ada di lingkungan sekitarnya, untuk peningkatan mutu dan taraf hidupnya.
Desa Sanenrejo
merupakan salah satu desa di kabutaen Jember yang sebagian warganya masih
menyandang buta huruf. Usia penyandang buta aksara berusia 15-60 tahun pada
pemberantasan buta aksara melalui program keaksaraan fungsional. Buta aksara
adalah orang yang tidak memiliki kemampuan-kemampuan membaca, menulis dan
berhitung serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil studi, warga
belajar program KF, terdiri dari dua karakteristik yaitu yang berasal dari buta
aksara murni dan Droup Out Sekolah Dasar yang masih memerlukan layanan
pendidikan keaksaraan sampai memenuhi kompetensi keaksaraan yang dapat
memecahkan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi,
keaksaraan fungsional berpusat pada masalah, mengarahkan pengalaman belajar
pada masalah yang dihadapi oleh warga belajar dalam kehidupan sehari-hari.
Pemberantasan buta aksara memiliki
tahapan, yaitu, tahap keaksaraan dasar dan tahap keaksaraan mandiri. Tahap
keaksaraan dasar adalah warga belajar yang belum memiliki pengetahuan dasar
tentang calistung (baca tulis hitung) tetapi telah memiliki pengalaman yang
dapat dijadikan kegiatan pembelajaran. Terakhir, tahap keaksaraan mandiri
adalah warga belajar telah memiliki pengetahuan dan pengalaman.
2.2 Pelaksanaan Program Keaksaraan Fungsional Dasar
Program keaksaraan fungsional dasar
dilaksanakan dibeberapa wilayah Indonesia. Salah satunya diselenggarakan di
Desa Sanenrejo, Kabupaten Jember. Program keaksaraan dilaksanakan dengan
berbagai metode dan pendekatan oleh lembaga dengan tujuan memberikan ketertarikan
warga belajar. Metode dan pendekatan yang dilakukan pun berbeda-beda sesuai
dengan desain konteks lokal dari keberadaan penyelenggaraan program. Program
keaksaraan pun diikuti dengan kegiatan fungsional seperti, membuat berbagai
macam kue, budidaya belut ataupun kegiatan peningkatan keterampilan hidup warga
belajar. Perbedaan metode dan pendekatan yang dilakukan oleh lembaga berpedoman
kepada Standar Kompetensi Keaksaraan Dasar (SKKD) yang diterbitkan oleh
Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).
Proses pembelajaran yang digunakan
mengutamakan daur sebagai berikut :
DISKUSI – AKSI – MENULIS – MEMBACA - AKSI-BERHITUNG - AKSI dan AKSI FUNGSIONAL.
DISKUSI – AKSI – MENULIS – MEMBACA - AKSI-BERHITUNG - AKSI dan AKSI FUNGSIONAL.
Ø Tempat
dan Waktu Pembelajaran
Desa Sanenrejo adalah salah satu desa
di Kecamatan Tempurejo
yang letaknya berada di tengah-tengah
perkebunan. Sebagian besar warga masyarakatnya
memiliki mata pencaharian sebagai petani dan memiliki latar belakang pendidikan
yang minim. Kegiatan KF dilaksakan
dengan bertempat di salah satu rumah warga yang telah dilengkapi
sarana-prasarana yang sederhana.
2.3 Fungsi dan Tujuan
Berdasarkan
teori yang para ahli, keaksaraan Fungsional memiliki fungsi mengembangkan
kemampuan dasar manusia yang meliputi kemampuan membaca, menulis dan berhitung
yang bersifat fungsional dalam meningkatkan mutu dan taraf kehidupan dan
masyarakatnya. “Tujuan utama program keaksaraan fungsional adalah membelajarkan
warga belajar agar dapat memanfaatkan kemampuan dasar baca, tulis, dan hitung
(calistung) dan kemampuan fungsionalnya dalam kehidupan sehari-hari.
Keaksaraan
fungsional di desa Sanenrejo memiliki tujuan:
a.
Membelajarkan
masyarakat yang buta aksara usia 15 tahun ke atas agar memiliki keterampilan
membaca, menulis, berhitung, mendengar dan berkomunikasi teks lisan dan
tertulis dengan menggunakan aksara dan angka dalam bahasa Indonesia.
b.
Memperluas akses
penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan.
c.
Meningkatkan
keberdayaan penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas melalui peningkatan
pengetahuan sikap dan keterampilan serta berusaha secara mandiri.
d.
Membantu meningkatkan
indek pembangunan Indonesia melalui peningkatan angka melek aksara secara
nasional.
2.4 Pendidik
Di desa Sanenrejo terdapat beberapa tempat yang menyelenggarakan kegiatan
keaksaraan fungsional bagi warga desa setempat. Dan umunya disetiap tempat
hanya ada satu tutor yang menangani satu kelompok.
Nama Pendidik di salah satu KF Desa Sanenrejo
No
|
Nama
|
Tgl
Lahir
|
Pendidikan
|
Pekerjaan
|
Alamat
|
1.
|
Lilik
Suharni
|
12-02-1968
(43
tahun)
|
SLTA
|
Tutor
Paud & KF
|
Desa Sanenrejo,Kec:
tempurejo,Kab:
Jember (RT03/RW01)
|
2.5 Peserta Didik
Keaksaraan fungsional yang ada di
desa Sanenrejo di bagi menjadi beberapa kelompok. Salah satu yang menjadi
sasaran penelitian lapangan adalah KF yang di tutori oleh ibu Lilik suharni. Berikut
daftar nama-nama warga yang terdaftar sebagai peserta KF sanenrejo dengan tutor
ibu Lilik Suharni.
NO
|
NAMA
|
L/P
|
PEKERJAAN
|
1.
|
Jumaiyah
|
P
|
Petani
|
2.
|
Wagiman
|
L
|
Petani
|
3.
|
Nirah
|
P
|
Petani
|
4.
|
Miskuri
|
P
|
Petani
|
5.
|
Halimah
|
P
|
Petani
|
6.
|
Misinem
|
P
|
Petani
|
7.
|
Amin
|
P
|
Petani
|
8.
|
Gamong
|
P
|
Petani
|
9.
|
Siami
|
P
|
Petani
|
10.
|
Busiam
|
P
|
Petani
|
11.
|
Katimah
|
P
|
Petani
|
12.
|
Ngatiyah
|
P
|
Petani
|
13.
|
Boniyem
|
P
|
Petani
|
14.
|
Poniyem
|
P
|
Petani
|
Dalam kelompok ini terdapat 14 nama yang terdaftar sebagai warga belajar
KF sanenrejo. Umumnya mereka berpencaharian sebagai seorang petani. Profesi
warga sebagai petani seringkali menjadi hambatan berlangsungnya pembelajaran,
dikarenakan pada siang hari warga sibuk bekerja sehingga malam hari cenderung
kelelahan dan enggan untuk mengahadiri kegiatan KF. Terhitung hanya ada dua warga belajar yang
aktif di setiap berlangsungnya kegiatan.
2.6 Materi
Program
pembelajaran dikembangkan atas dasar masalah, minat dan kebutuhan warga
belajar. Materi
belajarnya didasarkan pada hal-hal tersebut, serta mencakup kegiatan yang dapat
membatu mereka dalam mengaplikasikan keterampilan dan pengetahuan yang
dimilikinya, diutamakan CALISTUNG.
Tujuan akhirnya
adalah bagaimana membuat setiap warga belajar dapat memotivasi dan
memberdayakan dirinya, meningkatkan taraf hidupnya, mandiri, serta bagaimana
menciptakan masyarakat yag gemar belajar (Learning Society).
Materi
dalam program KF ini dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu:
·
Tahap Pemberantasan
Membaca
1. Mengenal huruf vokal (aj, u,e,o)
2. Mengenal beberapa huruf konsonan
( b,c,d,e, d1l)
3. Membedakan vokal dan konsonan
4. Merangkai huruf menjadi kata (2-3
SK), dan masih dibantu orang lain
5. Membaca kata dengan dieja
6. Membaca kalmat tanpa
memperhatikan tanda baca
7. Membaca kalimat dengan benar
8. Mengetahui istilah berdasarkan
tempat susunan kata (dengan kata-kata yang familiar)
Menulis
1. Menulis Hama sendiri
2. Menulis beberapa kata, tapi masih
perlu bantuan orang
3. Mencontoh/menyalin tulisan orang
lain
4. Menulis kata/kalimat yang sudah
dikenal
5. Menulis satu kalimat dengan
bantuan orang lain
6. Menulis kalimat dengan menggunakan
tanda baca (?, .)
7. Menulis kalimat dengan
meng-gunakan huruf besar dan kecil (belum beraturan)
8. Menulis beberapa kalimat repetisi
(± 3 baris dengan 3–5 kata )
Berhitung
1. Mengenal angka satuan, puluhan,
ratusan, ribuan dengan melihat uang.
2. Mengenal simbol operasional ( +,
- )
3. Menghitung bilangan dengan
menggunakan satu simbul +1 -, x,
4. Mengenal ukuran panjang
5. Mengenal ukuran berat
6. Mengenal ukuran takaran
Keterangan : Masih perlu bantuan
Tutor dan warga belajar lainnya
·
Tahap Pembinaan
Membaca
1.Biodata, KTP
2.Kartu Keluarga
3.Formulir
4.Kalender
5.Jadwal
6.Menu Masakan
7.Resep Masakan
8.Pengumuman
9.Tulisan orang lain
0.Surat yang ditulis orang lain
I.Daftar harga
2.Kuitansi/faktur
3.Iklan
4.Membaca pada label/kemasan
5.Petunjuk kegiatan
6.Rambu-rambu lalu lintas seder-hang
7.Buku agama.
Menulis
1.Nama anggota keluarga
2.Biodata / KTP
3.Kartu Keluarga
4.Formulir
5.Menulis benda-benda yang
dikenalnya.
6.Menulis surat sederhana
7.Kegiatan sehari-hari
8.Resep masakan
.Pembukuan sederhana
0.Karangan/artikel sederhana
1.Petunjuk kegiatan/keteram-pilan
tertentu
2.Daftar kebutuhan sehari-hari
3.Menulis rencana kegiatan
Berhitung
1.Mengisi kwitansi bilangan
2.Membuat daftar belanja
3.Membuat kalkulasi harga
4.Membuat kalkulasi keuntungan
5.Membuat pembukuan sederhana
6.Mengukur panjang kayu, lugs tanah,
membuat pola, baju, dll
7. Menimbang barang dagangan
8. Mengukur takaran minyak, bergs,
dan lain-lain
9. Mengambil uang di bank dan
lembaga keuangan lainnya
0. Meminjam uang dari bank atau
lembaga keuangan lainnya
1. Membuat arisan yang sederhana di
koperasi
Keterangan : Perlu sedikit bantuan
dari Tutor
·
Tahap Pelestarian
Membaca
1.Membaca surat-surat pribadi
2.Membaca surat kabar (bagian
tertentu )
3.Membaca majalah tertentu
4.Membacakan suatu bahan bacaan
kepada anak-anak
4. Membaca catatan/surat dari dan
untuk sekolah
5. Membaca buku hiburan (jenis:
petualangan,misteri, roman, sejarah dan buku-buku tentang masyarakat
6. Membaca buku-buku untuk
mendapatkan informasi kisah nyata, pekerjaan, anak-anak, kesehatan, agama,
hobby dan hiburan dll.
Menulis
1.Menulis atau mengisi formulir
2. Menulis surat-surat pribadi
3. Meningkatkan kemampuan tulisan
tangan
4. Menuliskan surat untuk keperluan
sekolah anak-anak
5. Menulis catatan/surat dari dan
untuk sekolah
6. Menulis keperluan diri sendiri
(seperti : jurnal atau catatan harian, pengalaman diri, nasehat, pendapat,
laporan yang pernah dibacanya, riwayat hidup, cerita-cerita, sajak dan syair
lagu)
7. Menulis catatan catatan atau
surat dari dan atau ke relasi kerja.
8. Menulis laporan pekerjaan, Tabel,
dan pengumuman
Berhitung
I.Menghitung kebutuhan rumah tangga
2. Menghitung kebutuhan kesehatan
3. Menghitung kebutuhan sekolah
4. Menghitung kebutuhan modal usaha
membuat proposal) dll
2.7 Sarana dan Prasarana
Sarana dan Prasarana Pendukung Yang
Dimiliki
Sarana / prasarana belajar yang telah
disediakan diantaranya :
a. Papan tulis
b. ATK Warga Belajar, Tutor dan Kelompok
Belajar.
c. Modul dan bahan belajar lainnya.
d. Papan Nama Kelompok Belajar.
e. Sarana Administrasi, meliputi :
ü Daftar
Hadir Warga Belajar
ü Daftar
Hadir Tutor
ü Buku
Tamu
ü Buku
Administrasi Kelompok Belajar
ü Buku
Rencana Kegiatan Program Pelakanaan Fungsional
ü Jadwal
Belajar/Pertemuan.
ü Buku
harian Konsultasi antara Warga Belajar dengan Tutor
ü Buku
harian untuk menulis laporan kemajuan Warga Belajar.
2.8 Strategi Pembelajaran Keaksaraan Fungsional
Hakikatnya warga belajar keaksaraan
fungsional merupakan tergolong dalam orang dewasa. ”Strategi dan pendekatan
pembelajaran yang digunakan hendaknya mengikuti kaidah-kaidah pendidikan orang
dewasa (Andragogi). Kaidah-kaidah pendidikan orang dewasa yang dimaksud
adalah:
- Pembelajaran harus berorientasi pada masalah (problem oriented).
- Pembelajaran harus berorientasi pada pengalaman pribadi warga belajar (experiences oriented).
- Pembelajaran harus memberi pengalaman yang bermakna (meaningfull) bagi warga belajar.
- Pembelajaran harus memberi kebebasan bagi warga belajar sesuai dengan minat, kebutuhan dan pengalamannya.
- Tujuan pembelajaran harus ditetapkan dan disetujui oleh warga belajar melalui kontrak belajar (learning contract).
- Warga belajar harus memperoleh umpan balik (feedback) tentang pencapaian hasil belajarnya.
Pembelajaran pada orang dewasa juga
harus berorientasi pada pengalaman warga belajar itu sendiri. Hasil dari
pengalaman itu yang menentukan ide, pendirian dan nilai dari orang yang
bersangkutan. Pikiran, ide, pengalaman dan informasi yang terdapat diri warga
belajar harus dikembangkan sehingga akan membantu perkembangan atau kemajuan
belajarnya. Pengalaman merupakan sumber yang kaya untuk dipelajari. Oleh karena
itu, orientasi belajar orang dewasa berkaitan dengan erat dengan keinginan dan
ketetapannya untuk mengarahkan diri sendiri menuju kedewasaan, dan kemandirian
agar pembelajarannya bermakna.
Hakikat tujuan belajar merupakan
pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Tetapi dalam proses
belajar orang dewasa harus sesuai dengan kontrak belajar yang telah disepakati.
Kondisi tersebut dapat menciptakan suasana belajar lebih kondusif.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keaksaraan Fungsional memiliki
fungsi mengembangkan kemampuan dasar manusia yang meliputi kemampuan membaca,
menulis dan berhitung yang bersifat fungsional dalam meningkatkan mutu dan
taraf kehidupan dan masyarakatnya. “Tujuan utama program keaksaraan fungsional
adalah membelajarkan warga belajar agar dapat memanfaatkan kemampuan dasar
baca, tulis, dan hitung (calistung) dan kemampuan fungsionalnya dalam kehidupan
sehari-hari.
Hasil Yang
Diharapkan Program
pembelajaran dikembangkan atas dasar masalah, minat dan akebutuhan warga
belajar. Materi pembelajaran mencakup kegiatan yang dapat membantu mereka dalam
mengplikasikan keterampilan dan pengetahuan yang dimilikinya, di utamakan
CALISTUNG. Hasil
akhir yang ingin dicapai adalah bagaimana membuat setiap warga belajar dapat
memotivasi dan memberdayakan dirinya, meningkatkan taraf hidupnya, mandiri
serta bagaimana menciptakan masyarakat yang gemar belajar (Learning Society).
3.2 Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian selanjutnya
dikemukakan saran sebagai berikut : Disarankan bagi penyelenggara Program KF di
desa Sanenrejo agar menambahkan materi keterampilan khusus seperti materi pemanfaatan
hasil pertanian karena warga belajar sebagian besar bermata pencaharian sebagai
petani sesuai dengan potensi lingkungan.
Bagi pengelola
program keaksaraan fungsional, perlu adanya program pelatihan dan pembekalan
yang terintegrasi bagi tutor program yang diterjunkan di lapangan. Disamping
itu perlu dibentuk sebuah forum warga belajar, yang bertujuan menjalin kerja
sama (silaturami), selain itu juga dapat dijadikan sarana pembinaan, dan
pengawasan.







1 comments:
makalahnya sangat bagus, ijin kopas, hehehe
Posting Komentar